Monday, January 23, 2012

Gerimis senja itu

senja dengan semerbak aroma gerimis
menikmati tarian lentik nya di atas pelataran
mencumbu helai rerumputan yang pasrah
hingga basah pada gigil diam tanpa kata
spoi yang berhembus pun
membuat daun daun kering mulai cemas
akan tanggal yang membuat nya terhempas
dari ranting yang pernah menghijaukan nya

kembara jiwa ku seperti panorama senja
kala renta telah membalut jasad
kala layu telah menjadi paras
mungkin sampai sudah arung pada tepian dermaga
dan harus beranjak dari kelembutan biru samudra keindahan mu
berjalan dengan langkah kecil di atas butiran pasir
yang tak pernah berjejak untuk kau kenang

hingga aku akan sampai pada tepian tebing
menuliskan sepenggal cerita tentang kita
memahat nama mu di antara keras nya bebatuan
bila waktu riak riak itu sampai ke tepian pantai
akan selalu melihat,,,
betapa cinta ini selama nya untuk diri mu
di situ telah bersemayam menjadi nisan
kala tangan tangan ini tak lago mampu
untuk memeluk mu,,,,,

2 comments: